Jumat, 01 November 2013

Mengosongkan Akte Kelahiran Anak

Jerman menjadi negara Eropa pertama yang mengizinkan adanya jenis kelamin ketiga bagi bayi. Jenis kelamin ini diberikan untuk bayi yang memiliki karakteristik kedua gender, pria dan wanita.

Diberitakan BBC, Kamis 31 Oktober 2013, orangtua di Jerman kini bisa mengosongkan akte kelahiran anak mereka jika tidak bisa ditentukan jenis kelaminnya. Langkah ini membahagiakan orangtua Jerman yang dituntut secepatnya menentukan gender anaknya.

Diperkirakan satu dari 2.000 orang memiliki karakteristik kedua gender. Orang seperti ini disebut "intersex" karena percampuran kromosom pria dan wanita pada seseorang.

Sebelumnya, orangtua yang melahirkan anak dengan keadaan ini, didesak segera memutuskan jenis kelamin bayinya untuk keperluan pendataan di kantor pemerintahan.

Terkadang mereka harus mengoperasi bayi tersebut, termasuk alat kelaminnya, untuk mengubah karakter sesuai dengan keinginan. Di saat dewasa, tindakan ini bisa menimbulkan penyesalan.

Dengan keputusan baru, kini warga intersex di Jerman bisa mengisi gender baru di paspor atau kartu identitas mereka. M untuk lelaki atau F untuk perempuan, dan tambahan X untuk intersex.

Jumat, 27 September 2013

Winson Pola

Winson Pola (45), yang rumahnya menjadi korban ledakan di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, mengaku sempat mengejar pelaku sesaat setelah terjadi ledakan.

"Saya ke luar ketemu Pak Pangky, dia bilang 'Pak orangnya lari tuh pake jaket item dan helm', saya kejar sampai ke ujung jalan," ujar Winson, ketika ditemui di kediamannya, Jumat 27 September 2013.

Ketika mengejar pelaku, Winson mengaku bertemu satpam yang sedang mencari asal ledakan. Namun ketika Winson menanyakan apakah satpam tersebut melihat ada pelaku, satpam mengaku tidak melihat.

Winson menuturkan, pada hari kejadian dia baru pulang kerja sekitar pukul 00.45 WIB. Dia sempat makan kemudian tidur pukul 1 malam. Dia terbangun karena ingin ke toilet, dan sempat melihat jam menunjukkan pukul 03.30 WIB.

"Ketika baru akan tarik selimut, ada suara kaca pecah dan besi jatuh. Saya sempat teriak 'siapa tuh', begitu bilang langsung meledak," jelasnya.

Winson langsung melihat ke tempat asal ledakan, dia melihat ada asap abu-abu di dalam rumah. Dia  kemudian mencoba mengejar pelaku tersebut namun gagal. "Saya lihat di samping mobil ada kunci granat, saya suruh pembantu jangan sentuh apa-apa, langsung lapor polisi," jelasnya.

Winson menurutkan, sudah lama tinggal di Komplek Bali View, Blok C1 No. 18 itu, belum pernah terjadi apa-apa. "Saya tinggal dari tahun 1995, sendal satu pun nggak pernah hilang, Baru kali ini dikasih granat," jelasnya.

Akibat kejadian itu, dia yang tinggal bersama istri dan dan satu orang putrinya, mengaku cukup kaget. Namun dia mengatakan tidak takut.

Ketika disinggung siapakah yang bisa diduga menjadi pelaku dan alasannya dia melakukan hal tersebut, Winson enggan berkomentar lebih lanjut. "Polisi sudah menyelidiki, jangan mendahului," katanya.